kumpulan cerpen

Juni 14, 2009

Kibarkan Kembali Benderamu

Filed under: kibarkan kembali benderamu — dikipedia @ 4:52 am

Kibarkan Kembali Benderamu

Oleh dicky arsyul s

Lama sudah kita lupa, lama sudah kita lengah, lama sudah kita terbuai, dan lama sudah kita terperangkap. Kita lupa akan jiwa nasionalisme, kita lengah akan masuknya kapitalisme, kita terbuai dengan indahnya rayuan liberalisme, dan bahkan kita telah terperangkap dalam individualisme yang sama sekali bukan ciri dari kehidupan bangsa ini.
(more…)

Januari 31, 2009

hujan

Filed under: hujan — dikipedia @ 8:29 am

hujan

oleh ido

Hujan deras telah mengguyur kota Bandung lebih dari dua jam. Tidak ada tanda tanda dari langit untuk berhenti menumpahkan air. Masih mendung. Setyo berdiri menunggu dengan kesal di halte bis di jalan Dipati Ukur. Di Halte itu hanya ada dia dan dua orang calon penumpang lainnya. Begitu sepi tidak seperti hari-hari biasa. Ia menyalakan rokok Marlboronya.
(more…)

September 23, 2008

Paradoks Pagi

Filed under: paradoks pagi — dikipedia @ 12:00 pm

Paradoks Pagi

Oleh dicky arsyul s

Pagi yang indah untuk sebuah awal yang terlihat akan sangat menyenangkan nantinya. Pagi yang indah di awal bulan juni, ditemani alunan lagu “semenjak ada dirimu” dari andity . Benar-benar pagi yang menyenangkan dan tak kan terlupakan, bahkan hingga kini. (more…)

Agustus 8, 2008

Kosong

Filed under: kosong — dikipedia @ 10:17 am

Kosong

Cerpen dicky arsyul s

Alkisah ada sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan satu anak. Sebuah keluarga kecil, namun keramaian di dalamnya tidak mencerminkan sebuah keluarga kecil, dan keramaiannya pun sama sekali tidak menggambarkan gelak tawa kebahagiaan, keramaian di setiap harinya selalu berujung pada suara tangisan, tangisan seorang ibu, tangisan seorang ibu yang menangisi perilaku suaminya yang mulai gila karena kemiskinan. Hingga akhirnya suaminya tak pernah kembali lagi ke rumah itu. (more…)

Presiden Buatan Kauzein

Filed under: presiden buatan kauzein — dikipedia @ 10:12 am

PRESIDEN buatan KAUZEIN

*.*Dhenia’s shortStory*.*

Hari ini tidak seperti hari-hari di masa lalu.Hari ini sangat jauh berubah. Seorang ibu rumah tangga baru saja pulang dari pasar dengan wajah lesu. Hari ini ibu itu berbelanja bahan makanan seadanya untuk keluarganya di rumah. Dulu dengan uang 10.000wein* (wein* mata uang Negara Kauzein) ibu itu dapat membeli daging sapi,sayur mayur,tahu-tempe,dan segelas minuman jeruk segar. Tetapi Kauzein telah beubah. Sekarang 10.000wein hanya cukup untuk tahu-tempe saja. Itu pun dengan jumlah yang sedikit. (more…)

Aku Dan Bumi

Filed under: Aku Dan Bumi — dikipedia @ 8:29 am

Aku Dan Bumi

Cerpen dicky arsyul s

Hari ini seperti biasa aku berangkat menuju kampus tempatku menimba sesuatu hal yang disebut ilmu, entah itu nyata atau tidak, tapi tiap kali aku memacu sepeda motorku menuju kampus, aku merasa ada sesuatu yang aku ingkari dan aku berpikir mungkin itu ilmu, tapi semoga saja bukan. (more…)

Agustus 4, 2008

Angri & Lessi

Filed under: angri & lessi — dikipedia @ 5:59 am

ANGRI & LESSI

*.*Dhenia’s shortStory*.*

“ Hei!!Kau membangunkanku! ” Teriak seseorang yang merasa terganggu ketenanganya..sebut saja namanya Angri..

“Maaf..aku tidak pernah berniat untuk membuatmu bangun..karena yang aku lakukan saat ini dan selama ini hanyalah diam..aku tidak berbuat apa-apa..” jawab pria pendiam yang berada disebelahnya menjawab sambil ketakutan..sebut saja namanya Lessi (more…)

Juli 26, 2008

Kisah Negeri Tikus

Filed under: kisah negeri tikus — dikipedia @ 3:57 am

Kisah Negeri Tikus

Cerpen Dicky Arsyul S

Suatu hari, di pagi hari yang begitu indah dimana burung-burung sedang asik besahutan dan bumi mengeluarkan aroma tanah yang menyegarkan, ada seorang anak berumur sekitar 11-13tahun mengajukan beberapa pertanyaan pada ayahnya “yah,mengapa negeri kita di sebut negeri tikus?” (more…)

Juli 25, 2008

Pria Angin

Filed under: pria angin — dikipedia @ 10:33 am

Pria Angin

Cerpen Dicky Arsyul S

Wanita itu menangis, dia sakit hati.

Sore itu ketika cahaya matahari berpulang dan terkalahkan oleh senja, seorang wanita berdiri di atas sebuah bukit kecil dengan rumput-rumput pendek sebagai alasnya. Dia menangis…dia menangisi seorang pria angin, tahukah kalian siapa pria angin itu? Seperti apakah wujudnya? Bagaimana perilakunya? (more…)

Juli 24, 2008

Hidup Dalam Karma

Filed under: hidup dalam karma — dikipedia @ 6:17 am

Hidup Dalam Karma

“maaf kan aku,aku tidak bisa membuatmu bahagia,begitu pun ayahmu…”

permintaan maaf yang di ajukan sang ibu kepada anaknya karena tidak bisa membahagiakan anaknya. (more…)

Older Posts »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.