kumpulan cerpen

Juli 25, 2008

Pria Angin

Filed under: pria angin — dikipedia @ 10:33 am

Pria Angin

Cerpen Dicky Arsyul S

Wanita itu menangis, dia sakit hati.

Sore itu ketika cahaya matahari berpulang dan terkalahkan oleh senja, seorang wanita berdiri di atas sebuah bukit kecil dengan rumput-rumput pendek sebagai alasnya. Dia menangis…dia menangisi seorang pria angin, tahukah kalian siapa pria angin itu? Seperti apakah wujudnya? Bagaimana perilakunya?

Apa yang telah dia perbuat?

Tak ada suatu yang spesial dari sang pria angin, dia hanya seorang pria biasa, dengan wujud manusia biasa, berkelakuan biasa, namun apa yang telah ia lakukan mungkin berpengaruh terhadap hidup wanita itu, atau mungkin telah cukup meluluh lantahkan perasaan seorang wanita yang baru saja terbuai oleh hembusannya, hembusan kasih sayang dan berbagai variable tentang kasih sayang itu sendiri.

Wanita itu adalah ratu

Ratu yang mungkin paling berkuasa di dunianya, tapi sayangnya ia tidak bisa menguasai angin, dan justru sang pria anginlah yang Nantinya akan menguasainya.

Lama sudah sang wanita menjadi ratu dalam dunianya sendiri, dia berdiam tegar di atas singgasana hidupnya, tak ada yang berani untuk mengusik ia dan singgasananya. Hingga suatu saat dimana ketegarannya tertiup suatu angin yang di bawa seorang pria, pria antah berantah.

Keterusikannya tidak justru menjadi sebuah kekhawatiran, sang wanita justru merasa pria yang tiba-tiba datang ini membawa angin sejuk, kesejukan yang selama ini ia rindukan dia atas singgasananya.

Seiring dengan berjalannya waktu, wanita ini benar-benar merasakan jatuh cinta, dan tentu saja ia jatuh cinta pada pria ini, pria angin yang datang dari negeri antah berantah. Sang wanita pun terbuai, melayang dan membumbung tinggi di angkasa. Belum pernah ia merasa sebahagia ini, kekuasaan absolut sang wanita di singgasananya kini telah pudar, kini ia memiliki pendamping, pendamping yang selalu senantiasa membawa kebahagiaan di setiap harinya.

Namun apa yang tidak pernah ia sangka sebelumnya terjadi, dimana akhirnya sang pria menghilang dari kesehariannya, dia hilang dan menghilang.

Kini kerajaan hidupnya telah hancur, luluh lantah terhantam badai kesakithatian.

Dia menangisi pria angin, pria angin yang selama ini kehadirannya seperti tetesan embung di panasnya hari, seperti detak jantung dalam kematian, seperti hembusan nafas di setia harinya. Namun pria itu adalah pria angin yang hanya berhembus di satu tempat dan akan terus pergi. Dia menangisi setiap waktu ketika ia di belai sepoyan angin di sore hari. Tak seperti biasanya, angin itu tak datang sore ini. Angin itu telah pergi berganti lembayung yang mengiringi kepergian mentari.

Dia menangis

Dia menangisi kebodohannya, kebodohan tidak menjaga keberadaan pria angin.

Pria angin dengan segala kesejukan belaiannya di sore hari.

(based on someone story)

8 Komentar »

  1. seuk urg mah nu paling alus ieu

    tidak trlalu menekan kan diskiminan,

    amun di dunia Film mah, ay sinetron jeung film bioskop
    tah nu ieu film bioskop na…

    tuluy keun ceritana, alus

    Komentar oleh cuomo — Agustus 7, 2008 @ 8:57 am

  2. Pho sk crita yg ini.. Unik aja. Bkin pnasaran&bkin pho ngrsa ada d dlmnya. I feel like a princess. Hho.

    Komentar oleh Depho — Agustus 20, 2008 @ 11:39 pm

  3. @ pho

    wah,makasih…aku anggap itu sebagai pujian…
    hahahahahaha
    pernah punya pria angin?

    Komentar oleh dikipedia — Agustus 22, 2008 @ 2:06 am

  4. s ratu minum tolak angin kali

    Komentar oleh idoremember — Desember 13, 2008 @ 6:49 pm

    • tolong jgn menyebutkan merk/brand suatu produk tertentu d blog ini.
      karena itu bisa disebut sebagai SPAM.
      hahahahaha

      Komentar oleh dikipedia — Desember 14, 2008 @ 8:50 am

  5. windman and little princes…
    alus yeuh mun di film keun di Dolywood…
    so dramatic and telenovelic…

    Komentar oleh Raster — Desember 18, 2008 @ 1:06 pm

  6. oh hu uh poho

    Komentar oleh idoremember — Desember 21, 2008 @ 3:17 pm

  7. bisa dong dijadiin tugas

    Komentar oleh kjhkh — November 29, 2010 @ 8:08 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: