kumpulan cerpen

Agustus 4, 2008

Angri & Lessi

Filed under: angri & lessi — dikipedia @ 5:59 am

ANGRI & LESSI

*.*Dhenia’s shortStory*.*

“ Hei!!Kau membangunkanku! ” Teriak seseorang yang merasa terganggu ketenanganya..sebut saja namanya Angri..

“Maaf..aku tidak pernah berniat untuk membuatmu bangun..karena yang aku lakukan saat ini dan selama ini hanyalah diam..aku tidak berbuat apa-apa..” jawab pria pendiam yang berada disebelahnya menjawab sambil ketakutan..sebut saja namanya Lessi

“nah,,,,Itulah yang membuatku bangun,karena sikapmu yang selalu diam itu aku bangun dari tidurku yang nyenyak ..“

“Apa aku salah bila harus berdiam diri?”

“Tidak salah apabila kamu diam di saat yang tepat,tetapi yang kau lakukan hanya diam..itu saja..sekarang coba kamu lihat apa yang terjadi melalui 2 jendela bulat itu..”

“Aku sudah mendengar apa yang sedang terjadi,tetapi aku belum berani melihatnya..”

Lalu Angri menjadi kesal dan menarik Lessi untuk melihat jendela bulat itu..

“Sekarang lihatlah!Dasar kau pengecut!”

“…………….”Lessi seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan tubuhnya pun bergetar keras..

“Lihatlah dia,Wanita malang yang terus disiksa setiap hari Cuma gara-gara Terlambat menyajikan secangkir teh untuk pria Bejad itu…Apa kau akan diam saja sekarang??”

“Tidak!!aku tidak mau melihat lagi!!sudah hentikan!!!”Lessi pun berteriak dengan penuh emosi sehingga air mata pun menetes seperti air hujan yang lama terkurung hitamnya awan..

“Hahaha…”Angri tiba-tiba tertawa..

“Apa yang kau tertawakan?Apa kau tertawa karena melihat aku menagis?”

“Tidak,aku menertawaimu karena kamu memang benar-benar pengecut..yang kamu lakukan hanya menangis dan emosi saja..tanpa melakukan apapun..apakah itu akan membuat semuanya menjadi lebih baik?Tidak sama sekali..”

“Aku marah!!aku ingin berontak!!tetapi aku adalah aku..aku hanya akan berdiam diri sampai semuanya akan membaik dengan sendirinya..”

“Meskipun wanita yang disiksa hingga memar-memar dan berdarah itu adalah ibumu…?”

“Ya,,aku akan tetap diam…dan kenapa kau hanya bisa menertawakanku?sedangkan kau sendiri hanya diam saja!!Wanita itu adalah ibuku..dan juga Ibumu juga….”

Lalu suasana pun berubah..Angri tertegun dan menjadi lebih diam dari biasanya..

Sementara suasana semakin memburuk..Lemparan piring dan benda-benda lain seakan bertebangan..

Pria itu mulai lepas kendali..memukuli tiada henti…Kemarahannya membuat tetangga sekitar menjadi cemas dan berusaha membuka pintu rumah karena teriakan wanita malang yang tidak berdaya itu..

Ketika para tetangga berhasil mendobrak pintu…semuanya sudah terlambat…

Wanita malang itu sudah tergeletak dengan bersimbah darah…Suami yang kejam dan pemarah itu telah membunuh Istrinya dengan sadis…

Warga pun segera menangkap pria gila itu dan segera membawanya ke pihak yang berwajib…

Pada saat itu,munculah seorang anak berusia 19 tahun menuruni tangga dengan lemah dan menangis karena melihat ibunya telah tiada…

“Lihatlah….” Lessi berbicara sambil menangisi keadaan..

“Aku tau…kita berdua memang pengecut…aku adalah kemarahan..tetapi itu tidak mengubah keadaan,sebagai hati manusia,aku hanya bisa terbangun saat semuanya mulai melewati batas..tetapi aku adalah aku…aku tetaplah hati yang dimiliki oleh seorang pria lemah yang pengecut..”jawab Angri

“ya..aku terdiam karena aku hanyalah kesabaran..Aku memang pengecut…aku sangat tidak berdaya melihat ayahku membabi buta seperti itu…”

Pada saat pertengkaran hati itu saling menyalahkan,seorang pria paruh baya dengan kharisma nya yang terpancar menghampiri anak itu..

“Kemarilah nak..Aku tau perasaanmu sangat tidak baik…melihat Ibu sendiri dibunuh oleh ayah sendiri…tetapi ingatlah,ini sudah terjadi dan sudah merupakan takdir yang harus kamu jalani..Tangisan adalah luapan hati..menangis lah bila menurutmu dapat membuat kamu nyaman dan lebih baik..Jangan salahkan dirimu,itu tidak akan mengubah keadaan..tetapi malah mengubah hatimu menjadi busuk.Berdoalah atas kematian ibumu,Karena tidak ada yang dapat kau perbuat dan kau ubah sekarang..Kamu sekarang sedang terjatuh..dan itu baik karena kamu bisa belajar untuk berdiri dengan kaki yang lebih baik sekarang..Kamu harus tetap kuat,saat – saat seperti ini kamu akan merasa sangat dekat dengan Tuhan…” Pria itu Menutup semua ucapannya dengan bijak sambil tersenyum.

Pria itu pun balik tersenyum,lalu dia beranjak untuk mengusap rambut Ibunya yang telah tiada…

_ fin _

7 Komentar »

  1. kepribadian yang berbeda,menarik…

    mari bung kita menulis!

    Komentar oleh dikipedia — Agustus 4, 2008 @ 6:00 am

  2. hmmmm..siap2 bos!
    sebenernya klo anda baca dengan teliti,kisah ini bercerita ttg seorang anak yg tidak mendapat perhatian dari ortu na dan berkepribadian ganda..
    dy adalah seorang autis yg punya dunia sendiri dan masih bsa tersenyum saat ibunya meninggal..dan saya sbg penulis cukup bingung apa arti dari senyuman dy,,dan apa yang dy bicarakan dalam hatinya..silahkan anda menilai sendiri..hoho

    Komentar oleh dhenia — Agustus 4, 2008 @ 6:44 am

  3. tempat dan kondisi ruangan
    tdk terdeskripsi kan
    dengan baik.

    cerita nya lebih condong
    untuk mengingatkan seseorang
    bukan untuk bercerita

    crita nya beda dr yg lain
    beda dr kehidupan biasanya
    (inspirator ny siapa y?)

    komentar isi
    “klo km tau org itu seperti itu
    knp km g merubah org itu”

    “kematian adalah harga mutlak
    kehidupan. buat apa di tangisin”
    (toh islam jg mengejarkan demikian)

    “diam tak berarti tak peduli,
    tp coba untuk mencari langkah pasti”
    (lirik dr band PS/tdk spenuh ny benar)

    “jk manusia biasa itu selalu melakukan kesalahan,
    knp tdk coba untuk mnjd manusia yg lebih dari biasa”

    terus berkarya bro!
    sekedar sharing

    “nabi musa pada jaman nya di sebut autis oleh kaumnya”
    “nabi muhammad jg demikian”
    “dan thomas A.E. jg di sebut ilmuan gila”

    “mereka punya identitas masing2”

    apa skarang msih d sebut autis!!

    Komentar oleh cuomo — Agustus 6, 2008 @ 12:01 pm

  4. emmhhh..

    stelah di baca2 agy
    ada sdikit unsur plagiat dr cerpen ni.

    ad kata2 yg meniru dr cerpen org lain.

    Komentar oleh cuomo — Agustus 6, 2008 @ 12:20 pm

  5. tegakan terus DICKIsme
    (km yg jd pelopor)
    (aq yg jd penyebar)hahaha.

    evenstar kan slalu mendukung.

    “bersikap sprt seorg religius,
    tp mereka tidak mengerti esensi dr relegi tersebut. org itu tidak lebih dari seorang munafik”
    urg sudah terpengaruh DIKIsme yeuh..hahaha

    Komentar oleh cuomo — Agustus 6, 2008 @ 12:31 pm

  6. ciee . . .hbt lh sgtu mh dh bs bkin crpen,hohoho . .!nda mh g kfkran da . .hahaha!!tu mh prasaan bnyk nasehat dr kmuh yg dksh knda wkt tuu deeh . .heu!!intiny mh hbt lh . .ayo . .bkin lg dunk,hehe . .^_^

    Komentar oleh nDa — Agustus 9, 2008 @ 11:58 am

  7. woy, ini nda mana?
    pasti teman si ade ya?!

    Komentar oleh dikipedia — Agustus 10, 2008 @ 1:59 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: