kumpulan cerpen

Januari 31, 2009

hujan

Filed under: hujan — dikipedia @ 8:29 am

hujan

oleh ido

Hujan deras telah mengguyur kota Bandung lebih dari dua jam. Tidak ada tanda tanda dari langit untuk berhenti menumpahkan air. Masih mendung. Setyo berdiri menunggu dengan kesal di halte bis di jalan Dipati Ukur. Di Halte itu hanya ada dia dan dua orang calon penumpang lainnya. Begitu sepi tidak seperti hari-hari biasa. Ia menyalakan rokok Marlboronya.

“Sial! Kemana perginya bis-bis bodoh itu?”,umpatnya dalam hati. Ia telah dua jam lebih menunggu bis. Namun tak kunjung datang.

“Mereka bilang ada banjir besar. Kupikir bis itu takkan lewat kesini.”

Suara itu membuyarkan pikiran Setyo yang sedang membayangkan sebuah bis yang datang disupiri oleh seorang bidadari yang cantik namun berseragam Damri.

“Benarkah? Siapa yang bilang?” Setyo bertanya kepada suara yang tadi. Suara itu milik seorang anak sma bernama Astrid yang sedang duduk dibangku halte.

“Apakah kau tak percaya padaku?”,tanya Astrid.

“Bukan begitu.”, Setyo menghisap dalam- dalam rokoknya. Ia sedang malas mengobrol apalagi dengan anak sma. “Tapi.. ah sudahlah.”

“Sepertinya kau sudah kehilangan kepercayaan terhadap apapun. Apa aku benar?”

“Maksudmu?”

“Jika aku bilang bahwa aku ini hanya ada didalam pikiranmu. Apakah kau akan percaya?”

“Tentu saja jika ada fakta-fakta tak terbantahkan mengenai itu semua. Seperti ketika kau menjelaskan hujan.”

“Menurutmu hujan itu apa?”,tanya Astrid.

“Hujan adalah presipitasi atau turunan cairan dari angkasa. Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tapi maaf aku malas beromong kosong dengan anak kecil.”

“Benar-benar penjelasan yang menarik.” Astrid menarik nafasnya. “Hmm.. aku selalu suka bau hujan”

“Itu adalah petrichor, minyak yang diproduksi oleh tumbuhan, kemudian diserap oleh batuan dan tanah dan kemudian dilepas ke udara pada saat hujan..”

“Kau ini tahu banyak hal ya? Eh namamu Setyo kan?”

Setyo kaget. Kenapa anak itu bisa mengetahui namanya. “Apa kau mengenalku? Kenapa kau bisa tahu?”

“Karena aku percaya kamu bernama Setyo.”

“Aku tidak mengerti”

“Aku juga. Yang perlu kamu lakukan adalah percaya. Itulah yang selalu dilakukan oleh para pawang hujan.”

“Apakah ketika aku percaya bahwa aku bisa menghentikan hujan maka aku akan dapat menghentikan hujan?”

“Tentu saja”

Entah kenapa Setyo memejamkan matanya berharap ketika ia membuka mata hujan akan berhenti. Setelah ia membuka mata ia kaget setengah mati. Hujan berhenti. Benar-benar berhenti. Ada milyaran tetes hujan namun semuanya tidak ada yang jatuh ke tanah. Mereka diam. Sepertinya waktu telah menghentikan hujan untuk bergerak. Setyo masih tercengang namun Astrid diam saja. Dua orang lain yang ada di halte itu pun terkejut dan mencoba meraih tetesan hujan-hujan itu dan semuanya pecah di genggaman.

“A..a apa yang kau lakukan??”,tanya Setyo kepada Astrid

“Aku? Kaulah yang melakukannya!”

“Ta..tapi aku tak mengerti..”,Setyo memegang kedua kepalanya yang terlalu pusing untuk memikirkan hal aneh ini.

“Tidak semua hal di dunia ini butuh penjelasan.”,Astrid menepuk tangannya sekali dan setiap tetes hujan kembali menetes ke tanah.

“Hei..”

“Suatu saat kau akan mengerti”

Astrid meraih tangan Setyo membawanya ke jalan raya dan menari-nari dibawah hujan layaknya orang india. Mereka melakukan putaran-putaran sambil tertawa. Berbicara sesekali namun tertawa lagi dan sesaat itu juga sesosok bayangan besar menyambar mereka berdua.

***

Hujan telah berhenti. Halte itu kini menjadi begitu ramai. Ada dua mobil polisi, satu ambulan, satu mobil statsiun tv lokal, sebuah bis dan orang-orang sekitar yang ingin tahu ada apa. Terlihat seorang polisi sedang menanyai dua orang yang sebelumnya menunggu bis di halte yang sama dengan Setyo.

“Jadi?”

“Entahlah.Aku pun tak mengerti. Kupikir ia hanya mahasiswa biasa yang sedang menunggu bis seperti aku dan temanku. Namun orang itu tiba-tiba berbicara sendiri lalu menari-nari di jalan dan akhirnya tertabrak bis. Semuanya terjadi begitu cepat.”

3 Komentar »

  1. wah ido keren…
    nyimpen cerpen d blog dikipedia yg dahsyat ini,….

    Komentar oleh dikipedia — Januari 31, 2009 @ 8:40 am

  2. WOWO !

    Komentar oleh reksa — Januari 31, 2009 @ 8:50 am

  3. cerepen macam apa ini, keren sekali.. hahaha!

    Komentar oleh resti sundari haha — Februari 9, 2009 @ 6:36 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: